Konfrontir Saksi, Adji  Sebut  Keterangan Dua Saksi itu  Benar

Konfrontir Saksi, Adji  Sebut  Keterangan Dua Saksi itu  Benar
Kasi Pidsus Kejari Bitung Andewas Atmadji SH

BITUNG - Pemeriksaan saksi terkait masalah Maklom Baju sebesar 500 ribu terus dilakukan. Dan dalam pemeriksaan  beberapa waktu lalu, dan karena adanya perbedaan keterangan dari masing-masing saksi, Kejaksaan Negeri Bitung terpaksa harus melakukan Konfrontasi dengan mempertemukan para saksi untuk di konfrontir.

Kasi Pidsus Kejari Bitung Andreas  Admadji SH usai komfrontasi pada sejumlah Media mengatakan bahwa yang dijadwalkan 4 orang namun yang hadir tadi itu ada 3 orang yaitu Istri Walikota Khouni Lomban, Ibu Titi Selaku bendahara dan ibu Pingkan selaku Kabid waktu itu, ketiga saksi itu yang tadi hadir.

" Di jadwalkan seharusnya 4 orang termasuk  pak Handri Tirayoh tapi yang bersangkutan ketika di jemput di Polres Bitung  menolak hadir karena dengan alasan sudah mengajukan  gugatan Pra Peradilan atas penetapan tersangka kepadanya oleh kejaksaan negeri Bitung." Kata Adji, Senin (15/03/2021)

Mesti demikian lajut Kasi Pidsus proses konfrontasi tetap dilakukan kepada ketiganya dimana hasilnya adalah Ibu Titi dan ibu Pinkan tetap pada keterangannya, yang pokoknya ada memberikan uang sejumlah 500 ribu untuk maklom yang diterima ibu pingkan, yang prosesnya ibu Pingkan pergi ke tukang jahit memesangkan baju yang kemudian baju itu di antarkannya ke rumah Dinas Jabatan yang di terima oleh Oma Adin.

" Dari hasil itu kata Adji, kami bisa berkesimpulan bahwa dari keterangan kedua saksi, Penyerahan uang dan Pemesanan baju itu benar adanya dan diantarkan kerumah dinas jabatan walikota, " Jelasnya

Lanjut dikatakan Tadi mungkin ibu Khouni itu menyangga dan membantahnya, tapi kita tidak bisa memaksa, pak Kajari tadi minta keterangan langsung dan yang bersangkutan mengatakan tidak pernah menerima dan memesan. Akan tetapi keterangan ibu Pinkan yang dikuatkan ibu Titi, prosesnya  dari tukang jahit terkahir  itu diantarkan ke rumah Dinas jabatan Walikota.

Menjawab pertanyaan wartawan  apakah itu bisa ditingkatkan  dan apakah ada potensi adanya kesaksian palsu,   Nanti kita lihat dipersidangan keterangannya seperti apa karena kalau keterangan saksi palsu itu harus dari semuanya kemudian dirangkai dengan kejadian.

Potensinya itu mesti diuji, kenapa karena kalau kita bilang kamu itu bohong, itu subjektif." Jelasnya

Dan Kalau kita menentukan seorang punya kesaksian palsu apa tidak,   itu seharusnya di menghubungkan dengan saksi-saksi lain. Seandainya kata Adji keterangannya sendiri beda dan nyimpang serta tidak sesuai dengan faktanya itu baru saksi palsu.  

" Potensi saksi  memberikan keterangan palsu pasti ada, tapi palsu tidaknya itu nanti finalnya di persidangan." Tuturnya

Terkait perbedaan soal keterangan saksi ungkap Adji, setiap orang bisa saja dengan bebas memberikan kererangan, tapi pada dasarnya itu kan bantahan dan itu nanti kita uji dipersidangan, sejauh mana sih bantahannya.  Bisa saja di persidangan keterangannya berubah, kan kita tidak tahu.

" Siapa tahu setelah disumpah di muka persidangan keterangannya berubah, itu kan lebih baik lagi, karena bisa saja dia akan dapat  mengungkap ada hal-hal lain."tutup sembari menyampaikan sekarang ini lagi konsen pada gugatan pra peradilan dari tersangka Handri Tirayoh kepada Kejari Bitung.

(Abdul)

Bitung
Abdulhalik

Abdulhalik

Previous Article

Pimpin Apel Perdana, Kapolda Sulut: Kalau...

Next Article

Dikonfrontir, Khouni Lomban Tetap Tak Akui...

Related Posts

Peringkat

Profle

INDONESIA SATU verified

Ratna Palupi

Ratna Palupi

Postingan Bulan ini: 145

Postingan Tahun ini: 653

Registered: Jan 24, 2021

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 136

Postingan Tahun ini: 572

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 131

Postingan Tahun ini: 908

Registered: Sep 22, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 86

Postingan Tahun ini: 387

Registered: Sep 25, 2020

Profle

Husni_Ariga90

Pergi Malam Masih Sehat, Pulang Pagi Janda Muda Di Aceh Tenggara Sudah Jadi Mayat
Tutup Jalanan Umum, Satpol PP Toraja Utara Bongkar Paksa Bangunan Milik Fatmawati
Warga Amaliah Geger, Temukan Mayat Yang Sudah  Membusuk
Bawa Kabur Anak Di Bawah Umur 22 Hari ES Warga Wangon Diamankan Unit PPA Polresta Banyumas

Follow Us

Recommended Posts

Terapkan Prokes, Polres Bolmong Laksanakan Pemeriksaan Awal Penerimaan Anggota Polri Terpadu TA 2021
Sabung Ayam Marak Saat Masa Pandemi, Resahkan Warga Minsel
Tandatangani Pakta Integritas, Kapolres Bolmong Berharap Agar Penerimaan Anggota Polri Berjalan Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis
Paripurna, Hengky:  Untuk Bitung Hebat MM-HH  Siap Tindak Lanjuti Laporan Reses
Muswil IX  Apeksi Gorontalo, Hengky: Pemkot Bitung Tanam Bibit Glodokan